Headlines News :

BIDANG ROHANI DELAPAN SEBELAS SANGGAR INDAH BANJARAN

Bersama Meraih Ridho Allah SWT

Taqobalallahu minna wa minkum wa ja'alanallahu minal aidin wal faizin". Semoga amal ibadah kita diterima Allah dan kita kembali (ke fitrah) dan meraih kemenangan (melawan hawa nafsu)

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label tausiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tausiyah. Tampilkan semua postingan

Cara menghafal Al Qur'an

Written By Unknown on Senin, 14 Mei 2012 | 18.55



1. Ikhlas


Hal ini berdasarkan firman Allah swt :

Al Bayyinah ayat 5 : Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus ..

Az Zumar ayat 3 : Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik).


Niat yg ikhlas mutlak di perlukan dlm menghafal Al Quran. Motivasi terdepan dalam menghafal Al Quran adalah ketaatan Allah, mengharap pahala dari Allah. Dengan demikian Allah akan memberi kemudahan dalam menghafal. 


Jangan sampai keinginan mendapat imbalan duniawi yang amat sedikit menjadi tujuan, atau sekedar menghafal materi pelajaran untuk mempersiapkan ujian, sehingga dalam waktu singkat akan terlupakan.

Niat yang buruk dalam menghafal Al-Quran banyak sekali macamnya, antara lain: 
- Tujuan mencari nafkah
- Mendapat predikan qari’
- Agar manusia terpesona oleh keindahan suara & tilawahnya
- Nama baik & popularitas
- Kemashlatan sementara, seperti menghafal untuk kepentingan ujian

Barang siapa yg sungguh” memiliki keinginan menghafal, sebaiknya terlebih dahulu membersihkan hati dari unsur” yg menjadi penghalang.

2. Mengosongkan diri dari hal” yg mengganggu pikiran, karena Al Quran tdk akan menjadi kokoh dlm pikiran yg kacau & memperhatikan kepada hal lain. Di butuhkan konsentrasi dalam menghafal & jadikan kegiatan menghafal sebagai pekerjaan terbesar, dengan demikian hafalan akan mudah & lancar. 

3. memperbayak istigfar, Ibnu Taimiyah berkata “Aku ditimpa masalah, kemudian aku berisitigfar seribu kali atau kurang atau lebih dari itu. Maka Allah membukakan masalah itu bagiku”
Istigfar dapat membuka yg tertutup.

4. Mengulang-ulang hafalan, sebab Rasulullah saw bersabda “Jagalah Al-Qur'an, demi Zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sungguh ia lebih mudah terlepas dari unta yang di tambatkan” (HR. Bukhari & Muslim).

5. Tidak menghafal terlalu banyk ayat dalam sehari sebab hal itu akan menimbulkan kebosanan & kelelahan. Tetapi hafalkan beberapa ayat saja dalam sehari. Hafal & ulangi. Hafalkan dlm sholat, kemudian baca tafsir ayat yg dihafalkan. Dengan demikian telah menghimpun hafalan & pemahaman sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat.

6. Pilihlah waktu yg tepat untuk menghafal, diantaranya setelah sholat fajar hingga datangnya waktu untuk beraktivitas kerja atau belajar. Tetapi ini tdk mutlak, sebab tiap org paling tau dengan kondisi dirinya.

7. Hendaknya hafalan dilakukan dengan bersandar pada satu jenis mushaf & tdk ber ganti” dgn mushaf lain. Hal ini akan memudahkan mengingat & pikiran kata akan dengan mudah tervisualisasi dalam benak kita.

8. Mendengarkan bacaan Al Quran melalui media player dgn mengulang” ayat yg sedang dihafal, khusus nya bacaan qari’ yg bersuara bagus.

9.  Memahami makna ayat yg sedang di hafalkan, sebab mengetahui makna ayat akan memudahkan hafalan. Hal ini bisa dilakukan melalui buku” tafsir, skaligus berusaha memahami kata yang pelik.

10. Menggunakan ayat yg telah di hafal utk dibaca dlm sholat.

11. Mengulangi hafalan dengan memperdengarkannya pd teman atau istri untuk menguji kemampuan hafalan. Sebab menghafal seorang diri belum dapat memastikan kualitas hafalannya.





Hukum Wanita Mengenakan Parfum

Written By Unknown on Minggu, 13 Mei 2012 | 17.18




Hukum Wanita Mengenakan Parfum

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah ditanya oleh seorang wanita:

Bolehkah aku shalat dalam keadaan memakai parfum? Jazakumullah khoiron.

Jawaban Syaikh rahimahullah:

Na’am. Shalat dalam keadaan memakai parfum itu dibolehkan, bahkan dibolehkan bagi laki-laki dan perempuan yang beriman. Akan tetapi wanita hanya boleh menggunakan parfum ketika berada di rumah di sisi suaminya. Dan tidak boleh seorang wanita menggunakan parfum ketika ia keluar ke pasar atau ke masjid. Adapun bagi laki-laki, ia dibolehkan untuk mengenakan parfum ketika berada di rumah, ketika ke pasar, atau ke masjid. Bahkan mengenakan parfum bagi pria termasuk sunnah para Rasul.

Apabila seorang wanita shalat di rumahnya dalam keadaan memakai berbagai wangian …. , maka itu baik. Seperti itu tidaklah mengapa bahkan dianjurkan mengenakannya. Akan tetapi, ketika wanita tersebut keluar rumah, maka ia tidak boleh keluar dalam keadaan mengenakan parfum yang orang-orang dapat mencium baunya. Janganlah seorang wanita keluar ke pasar atau ke masjid dalam keadaan mengenakan parfum semacam itu. Hal ini dikarenakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarangnya.

[Fatawa Nur ‘alad Darb, 7/291, cetakan Ar Riasah Al ‘Ammah lil Buhuts Al ‘Ilmiyyah wal Ifta’, Riyadh-KSA, cetakan pertama, thn 1429 H]

***

Yang dimaksudkan hadits larangan tersebut adalah sebagai berikut:

Dari Abu Musa Al Asy’ary bahwanya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad. Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’ no. 323 mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Dari Yahya bin Ja’dah, “Di masa pemerintahan Umar bin Khatab ada seorang perempuan yang keluar rumah dengan memakai wewangian. Di tengah jalan, Umar mencium bau harum dari perempuan tersebut maka Umar pun memukulinya dengan tongkat. Setelah itu beliau berkata,

تخرجن متطيبات فيجد الرجال ريحكن وإنما قلوب الرجال عند أنوفهم اخرجن تفلات

“Kalian, para perempuan keluar rumah dengan memakai wewangian sehingga para laki-laki mencium bau harum kalian?! Sesungguhnya hati laki-laki itu ditentukan oleh bau yang dicium oleh hidungnya. Keluarlah kalian dari rumah dengan tidak memakai wewangian”. (HR. Abdurrazaq dalam al Mushannaf no 8107)

Dari Ibrahim, Umar (bin Khatab) memeriksa shaf shalat jamaah perempuan lalu beliau mencium bau harum dari kepala seorang perempuan. Beliau lantas berkata,

لو أعلم أيتكن هي لفعلت ولفعلت لتطيب إحداكن لزوجها فإذا خرجت لبست أطمار وليدتها

“Seandainya aku tahu siapa di antara kalian yang memakai wewangian niscaya aku akan melakukan tindakan demikian dan demikian. Hendaklah kalian memakai wewangian untuk suaminya. Jika keluar rumah hendaknya memakai kain jelek yang biasa dipakai oleh budak perempuan”. Ibrahim mengatakan, “Aku mendapatkan kabar bahwa perempuan yang memakai wewangian itu sampai ngompol karena takut (dengan Umar)”. (HR. Abdur Razaq no 8118)

Semoga bermanfaat. Wallahu waliyyut taufiq.

Riyadh-KSA, 7th Safar 1432 H, 11/01/2011

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal


RIDWAN PRIA KURNIA S.,ST

GAS..REM..GAS..REM

Written By Unknown on Senin, 30 April 2012 | 01.35



Assalamua'laikum warahmatullahi wabarakatuh

Izinkan saya berbagi hikmah kehidupan yang kita semua jalani.
Kalau kita lihat seorang pengendara membawa kendaraannya tak terlepas dari kemudi,pedal gas,dan pedal rem.
Begitu pula diri kita dalam menempuh perjalanan hidup,sebenarnya tak jauh beda dengan hal tsb.namun faktor yang paling penting dari ketiganya dilihat dari tujuan berkendaraan yaitu pergerakan menuju tujuan yang hendak dicapai adalah pedal gas,dan pedal rem.
Kenapa?
Karena tekanan gas diperlukan untuk majunya kendaraan.
Dan tekanan rem diperlukan untuk berhenti.
Dalam membawa diri kita juga,kedua faktor tersebut sangatlah dibutuhkan.
Kita butuh maju disaat kita mengharap didalam kebaikan sebagaimana yang diperintahkan oleh DZAT ALLAH SWT yang disifati dalam asma MAHA PEMURAH,MAHA PENGASIH,MAHA PENYAYANG.
Dan kita butuh berhenti sebagai indikasi pengerem ketika kita dihadapkan kepada perkara maksiat,karena memandang DZAT ALLAH SWT Yang mensifati asma YANG MERAJAI,YANG BERKUASA,YANG MENGHUKUM,YANG GAGAH.
Dengan dua aksi,yaitu maju dan berhenti tentunya akan sampai pada tujuan yang menjadi pencapaian.
Kalau kita menggunakan gas saja tanpa rem tentunya akan terjadi tabrakan/kecelakaan,dan kalau kita menggunakan rem saja,itupun takan dapat mengantar kita sampai tujuan,karena kapan majunya kalau rem kita injak terus.disini perlu keselarasan akan penggunaan keduanya,sehingga akhirnya sampailah kita pada tujuan.
insya ALLAH

"{Shalatlah dalam hidup}"
"{hiduplah dalam shalat}"


RIDWAN PRIA KURNIA S.,ST

Menggugurkan dosa-dosa

Written By Unknown on Rabu, 11 April 2012 | 23.27



Menggugurkan dosa-dosa bagaikan gugurnya dedaunan dari ranting pohon

Abu Dzar rodhiyallahu'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah keluar dari rumahnya ketika musim dingin, waktu itu daun-daun berguguran. Rasulullah mengambil ranting dari sebatang pohon, sehingga daun-daun di ranting itupun banyak berguguran. Kemudian Rasulullah bersabda :

Wahai Abu Dzar! Saya menyahut : Labbaik ya Rasulullah.

Lalu beliau bersabda, Sesungguhnya seorang hamba yang muslim, jika menunaikan shalat dengan ikhlas karena Allah, maka dosa-dosanya akan berguruan seperti gugurnya daun-daun ini dari pohonnya.

(HR. Ahmad)


RIDWAN PRIA KURNIA S.,ST

Informasi Dari Bidang Rohani

Assalamu'alaikum Wr. Wb. kami Ucapkan terimkasih kepada seluruh warga Rt. 08 Rw. 11 sehingga terlaksananya acara Pengajian bulanan pada tgl 7 Juli 2012, semoga kita mendapat pahala yang berlipat dan ilmu yang manfaat amin.
 
Support : Creating Website | Seksi Rohani | Sanggar Indah Banjaran
Copyright © 2011. FORWARDS - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Abu Luthfi
Proudly powered by Forwards-sib